Kisah Para Jemari

Jemari kita senantiasa
menjelma juluran lidah
untuk mengucapkan kata
berupa huruf dan gambar
pada kertas suci ini
dimana setiap huruf
menjelma pisau terasah
yang mengiris lidah kita
sekerat demi sekerat
hingga kita menjadi bisu

bisuku disini
bisumu disana
saling melemparkan pertanda
tak akan mampu kutafsir
hanya dengan mata ini
sebab betapa lemahnya pandang
ketika kabut turun
mengental di kelopak
dan mereka
jemari kita muncul dari saku
untuk menuangkan tafsir hati
pada kertas lusuh
sesobek koran

namun, senantiasa bisa terasa
karena memang jemari kita
lebih lincah mengungkap kata
dari pada lidah

2 komentar:

  fajar

15 Juni 2009 06.07

kadang jemari ini juga dapat berfantasi dalam kegelapan .... sing ngati ati bro...

  DIARY PETUALANG

15 Juni 2009 06.33

karena jari
juluran dari
akal-duri kita

thanks dolan... kapan-kapan dolan maning... wkk