Beberapa Pesan Tentang Pemikiran dan Perasaan

belakangan ini banyak lagu yang cukup terngiang di telinga saya walaupun jujur selama ini tidak terlalu menyukai lagu. lagu dari hijau daun tentang 'suara dengarkanlah aku' yang mengingatkan saya pada masa kejahiliahan, 'hidupmu hampa'-nya siapa ya lupa he he.. yang jelas cukup menjadi pikiran.

keduanya seolah mengingatkan kita pada satu frase dimana kesendirian menjadi momok yang mengerikan. walaupun kalau boleh bilang, saya paling menyukai kesendirian dibandingkan yang lain. dibandingkan dengan tertawa bersama teman-teman KKN (Moef, Tguh, Irm, Ri2s, Feni, dkkl), komparasi (braminto, amir, magadhon, profesor, donaldduck), teman laboratorium (ilhm, mb dini, weks, satub, ali, lee, arf), teman-teman SAT, Tim Syiar, ADz, lingkaran Hadist, ataupun yang lain....

mengapa mereka seolah tak mampu menikmati sepi? apa karena ingin melarikan diri dari setiap ingatan masa silam yang menghantui? atau memang kenapa?

betapapun begitu, kita musti terpaksa terjun kepda keramaian untuk menyebarkan kata-kata langit.

1 komentar:

  ketikahatinuraniyangberbicara

18 Juni 2009 00.47

Sendiri. Kadang butuh untuk itu. Merenung. Berpikir. Terdiam.