gugur-gugur daun dimusim ini mengingatkanku pada banyak hal. mulai dari gugur daun di jiwaku, di mataku, dirambutku yang mulai memutih, serta gugur daun di sepanjang jalan malioboro.
ada banyak sekali serakan 'uwuh' daun gugur. bahkan mungkin di jiwamu, dari pohon ranggas di jantungku. tapi teruslah menyapu, sebab jiwa selalu butuh dirimu. menyapulah dengan tenang meski jiwamu terus terkotori. menyapulah dengan merunduk, sebab gugur daun itu membutuhkan kerendahan, bukan ketinggian. sebab ketinggian itu hanya milik yang memiliki sidratul muntaha.
gugur dan guguran daun terus mengotori. tapi teruslah menyapu halaman jiwamu.
Gugur-gugur Daun Di Musim Ini
Diposting oleh DIARY PETUALANG Minggu, 26 Juli 2009 di 21.27
1 komentar Label: ngobrol
ambisi dan akselerasi
Diposting oleh DIARY PETUALANG Kamis, 11 Juni 2009 di 02.54
kata ambisi senantiasa dihubungkan dengan permasalahan psikologis. ia lebih menjurus pada ketidak tenangan jiwa pada sesuatu. ketidaktenangan tersebut terus menerus menggerus pikiran sehingga melelahkan dan pada akhirnya akan mengakibatkan banyak gangguan kejiwaan. entah ia akan menjadi pemarah, sensitif, atau bahkan mengalami penyakit psikosomatis.
saya tidak mengetahui banyak hal mengenai ini. betapapun seorang Niefha, Yulifia, Afrida, Abi Kresna, Abi Khobsin, Nafis Mudrika lebih mengetahui penjelasan lebih detailnya. namun, ada juga yang beranggapan bahwa ambisi itu sangat diperlukan dalam akselerasi keimanan dan keislaman seseorang.
pendapat tersebut meluncur dari jemari tangan seorang Abdullah yang biasa di panggil dengang Imam Syafii. Beliau memaparkan bahwa sesungguhnya untuk mempercepat keislaman seseorang ia membutuhkan enam hal, diantaranya adalah:
1. cita-cita tinggi
2. ambisi
3. modal infestasi harta
4. keakraban dengan ulama
hal yang sangat menarik adalah kata ambisi disebutkan dalam enam hal yang dibutuhkan untuk akselerasi keilmuan tersebut. seorang Fatan Fantastik pernah menyampaikan bahwa dalam mempercepat/ akselerasi keislaman seseorang ia membutuhkan ambisi yang kuat seperti seorang Abu Hurairah. ia mencukupkan diri dengan ambisi untuk melayani rasulullah dan menghapalkan sebanyak mungkin hadist. hasilnya ia menjadi penghapal hadist paling banyak walaupun hanya empat tahun bersama nabi.
ada banyak hal yang dapat dipaparkan pada kesempatan ini, namun saya akan mengakhiri ombrolan ini dengan satu pertanyaan:
apa cita-cita kita dan apa ambisi kita untuk mewujudkannya?
*pada kesempatan ini saya sangat berterimakasih kepada seseorang yang dengan sesuatu yang ia tinggalkan berupa ambisi yang besar. seperti Nobunaga, Hideyoshi, atau Ieyasu.(Novel Taiko bagus banget untuk refferensi)
4 komentar Label: ngobrol
bagaimana rasanya kehilangan Dendam dalam dada?
Diposting oleh DIARY PETUALANG Senin, 25 Mei 2009 di 20.02
"seperti pisau dicabut pelan-pelan
dari gengaman luka"
kalimat puisi di atas di sampaikan Joko Pinurbo padaku, matur nuwun kang!
sebentar lagi akan ada momen besar dalam hidup ini. bahwa setiap kesempatan yang berlalu akan berlalu juga. dan kalau ada SMS penting dariku datang saja ya... pokoke dateng ya.... penting banget ni.....
wis nggak usah pake kado macem macem. sing penting dateng....!!!!!
warning... penting.....
0 komentar Label: ngobrol